Topabislah’s Blog

Usaha, Solusi, Cerita dan Tips serta Triks apa saja seputaran kita

OKNUM TNI DILAPORKAN KE LBH

Kekerasan oknum aparat TNI terhadap warga sipil kembali terjadi di Padang. Seorang ibu rumah tangga, Azmi (41 tahun) mengaku mendapat intimidasi dan ancaman dari dua oknum TNI Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti.

"Barang-barang saya dan motor anak saya diambil oknum tentara karena bisnis uang berbunga membuat saya terbelit utang sebesar Rp 33 juta," kata Azmi, saat ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Rabu 4 Juni 2009.

Menurut Azmi, intimidasi yang diterima dirinya dan keluarga berawal sejak tahun 2006 saat oknum TNI berpangkat kapten dengan inisial ‘JE’ mengajaknya berbinis membungakan uang. Karena alasan ekomomi, Azmi menerima tawaran tersebut dan berperan sebagai pencari nasabah.

Persoalan muncul saat sejumlah nasabah yang diajak Azmi menunggak dengan berbagai alasan. "Ada nasabah yang sudah meninggal dengan jumlah utang mencapai Rp 7,5 juta dan saya tidak mampu menagihnya," jelas Azmi. Dari sejumlah nasabah yang menung-gak inilah beban pembayarannya dijadikan sebagai utang atas nama Azmi sejumlah Rp 33 juta.

Karena tak mampu melunasi utangnya, Azmi meminta keringanan pembayaran hutang tersebut dengan cara mencicil. Ia pun sempat bertolak ke Malaysia sebagai TKI untuk mengangsur uutang yang diklaim atas namanya. "Saya bekerja apa saja di sana mulai dari menjadi pembantu, mencuci, menjual tiket, yang keuntungannya dibayarkan untuk membayar utang," terangnya.
Dari hasilnya sebagai TKI tersebut, Azmi telah mengangsur utangnya hingga mencapai Rp 29 juta. Namun, penderitaan Azmi bertambah saat oknum TNI ‘JE’ meminta orang suruhannya menjemput paksa putra Azmi, Aryonas yang sedang ujian. Bahkan, kata Azmi, sepeda motor anaknya ikut diambil.

"Mereka juga sempat mencekik leher suami saya yang sedang stroke," terang Azmi. Karena dana bergulir yang dijadikan modal usaha tersebut juga menyangkut uang salah seorang oknum TNI berpangkat kapten dengan inisial ‘AA’, ancaman pun berlanjut dengan pengambilan sejumlah barang milik Azmi saat ia berada di Malaysia.
Dalam pengakuan tertulis Azmi, Kapten ‘AA’ datang ke rumahnya dan mengambil sejumlah isi rumah berupa, kursi tamu dua set, TV 21 inchi, kipas angin, VCD Player, Play Station, tape, dan aquarium.

Atas perlakuan yang diterima Azmi, dirinya sudah melaporkan kejadian buruk itu ke Detasemen POM TNI sejak tiga bulan lalu. "Hanya saja sampai saat ini belum terlihat itikad baik dari Denpom untuk menyelesaikan kasus ini," kata Vino Oktavia, penasehat hukum Azmi dari LBH Padang.
Komandan Detasemen Polisi Militer (POM) TNI AD Padang, Lekol (PM) Dono K yang mintai keterangannya terkait kasus tersebut ke telepon selularnya sedang tidak aktif.

http://nasional.vivanews.com/news/read/63616-oknum_tni_dilaporkan_ke_lbh

Juni 5, 2009 - Posted by | TNI

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: