Topabislah’s Blog

Usaha, Solusi, Cerita dan Tips serta Triks apa saja seputaran kita

huhhh…..LAGI,OKNUM ANGGOTA POLRI-TNI BERKELAHI

MENCEKAM, RM Ojolali 2 di Jalan Raya Cipasir, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menjadi tempat pertemuan para petinggi TNI dan Polri pascainsiden perkelahian kemarin.

BANDUNG(SI) – Bentrok antara aparat Polri dan TNI kembali terjadi.Kali ini,peristiwa perkelahian dikabarkan melibatkan oknum anggota Brimob Polda Jabar Cikeruh dan anggota TNI Yonif Linud 330 Kujang I Kostrad. Diduga penyebab bentrok terjadi lantaran kesalahpahaman berkendara di jalan raya.

Dari pantauan Seputar Indonesia, hingga sore kemarin kawasan Jalan Raya Cipasir, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ramai oleh warga yang berkerumun di sekitar Rumah Makan (RM) Ojolali 2. Usut punya usut, di rumah makan tersebut sedang diadakan pertemuan para petinggi Polda Jabar dan TNI membahas insiden yang baru terjadi.
Puluhan aparat kepolisian dan TNI pun berkumpul di tempat tersebut. Sejumlah saksi mata mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat ribuan karyawan PT Kahatex baru bubaran kerja. Seperti biasa, ketika karyawan Kahatex memenuhi Jalan Raya Bandung-Garut, jalan itu pun menjadi macet.

Salah seorang sumber anggota TNI yang mengirimkan pesan singkat (SMS) ke wartawan menyebutkan, perkelahian bermula dari kesalahpahaman berkendaraan di jalan raya. ”Perkelahian satu lawan satu antara anggota Brimob berpangkat Briptu S dan TNI berpangkat Praka. Saat ini, sedang dilakukan pembicaraan antara petinggi satuan di sekitar Kahatex,”isi SMS itu.

Menurut sumber lainnya,Rina, 35,warga Desa Jelegong, yang kebetulan lewat jalan tersebut saat kejadian, peristiwa terjadi hanya gara-gara aparat berseragam TNI yang sedang mengendarai sepeda motor bersenggolan dengan motor salah seorang anggota kepolisian. Anggota TNI yang berpangkat Praka itu mengendarai sepeda motor merek Honda Tiger,sementara anggota Brimob menggunakan sepeda motorYamaha Mio.
Merasa tersinggung motornya disenggol, aparat TNI balas menyenggol motor yang ditumpangi petugas polisi. Senggol menyenggol sepeda motor terus terjadi hingga mendekat lokasi Kantor Samsat Rancaekek. ”Setelah saling senggol, tiba-tiba mereka turun dari motornya masing-masing dan berkelahi dan jalanan pun jadi ramai.Saya tidak tahu selanjutnya bagaimana karena takut,” ungkap Rina.
Sumber lainnya memberi kronologi berbeda. Bentrokan terjadi ketika karyawan Kahatex bubar dan jalanan macet.Petugas polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas tibatiba dikagetkan seorang pengendara motor berseragam TNI yang terus berupaya menerobos kepadatan arus lalu lintas.
”Lalu petugas polisi itu menegur aparat TNI,tapi aparat TNI itu malah merasa tersinggung dan menantang petugas polisi berkelahi,” kata Umar, 33, salah seorang tukang ojeg yang mangkal di Kampung Warung Cina, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek. Menurut Umar, polisi yang diserang pun roboh bersimbah darah dan dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan,menurutnya, motor polisi pun dirusak oleh aparat TNI. Hingga sore kemarin, wartawan belum bisa mendapat keterangan resmi baik dari aparat kepolisian maupun TNI.Namun, dari informasi yang didapat perkelahian antara anggota Brimob Polda Jabar Cikeruh dan anggota TNI Yonif Linud 330 Kujang I Kostrad itu langsung diselesaikan antar komandan.

Bahkan tadi malam, anggota Brimob yang berpangkat Briptu itu langsung diproses di Provost Brimob Polda Jabar.Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus enggan memberikan keterangan atas insiden tersebut.” Tidak ada masalah kok.Kita baik-baik saja.Kalau soal kumpul di rumah makan itu ya kita cuma bertemu makan-makan saja.
Anda lihat sendiri kan?”kilah Imran. Saat ditanya tentang kerumunan masyarakat yang menyaksikan insiden itu,lagi-lagi kapolres membantahnya.” Ah, itu kan cuma masyarakat saja yang membesar-besarkan. Tidak ada masalah kok.Kita baik-baik saja,”katanya lagi.

Sebelumnya, pada 16 Mei 2009 lalu, perkelahian antara polisi dan tentara juga pernah terjadi yakni antara anggota Polresta Bandung Tengah Bripka Rano Nirwana dan Anggota Yonif 312 Kala Hitam Praka Asep Ridwan.

Penyebabnya kurang lebih sama, yakni dari percekcokan berujung maut. Namun dalam insiden ini Praka Asep meninggal dunia. Menurut pakar kejiwaan dari RSHS Bandung Teddy Hidayat,bahwa banyak faktor menjadi penyebab bentrokan antara aparat. ”Itu bisa dipengaruhi oleh faktor internal dan lingkungan sekitarnya.

Bisa juga dimulai dalam hal persaingan serta iri hati karena kesatuan lain lebih dipentingkan dibandingkan kesatuan-nya. Atau muncul dari sebuah emosi berlebihan dan menimbulkan kekerasan hingga gangguan mental,”ungkapnya Teddy menyebutkan, belum lama ini Departemen Kesehatan mencatat kasus kekerasan tertinggi berada di Jawa Barat, yaitu mencapai 20%.

Usia yang gampang tersulut emosi rata-rata di atas 15 hingga 25 tahun.Faktor iri menjadi penyebab terbesar menyulut-nya emosi meski itu masalah sepele. ”Rasa iri dan faktor kesenjangan itu bisa menimbulkan efek yang dahsyat dan meledak- ledak. Pengaruh pimpinan juga sangat besar untuk meredam hal itu,”tambah dia.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/242527/37/

About these ads

Mei 29, 2009 - Posted by | TNI

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: